Wednesday, 18 July 2012 12:05 administrator
Jakarta, INSTITUT-Sebanyak 137 karya
berupa lukisan, fotografi, patung, seni instalasi, dan griya kontemporer
dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia Jakarta. Pameran yang bertema Jatim Art
Now #1 ini diselenggarakan oleh perupa-perupa asal Jawa Timur.
Pameran yang diselenggarakan oleh Rumah Data dan
Informasi Seni Visual Jawa Timur ini berlangsung sejak 22 Juni. Pameran
ini juga merupakan agenda roadshow para seniman Jawa Timur, setelah di Jakarta
mereka akan melanjutkan ke Bandung, Yogja, Semarang, Bali, dan berakhir
di Surabaya Agustus 2013.
Pameran dengan subtema Eksplosi Keragaman ini
merupakan pameran pertama yang dilakukan oleh seniman-seniman asal Jawa Timur.
Acara ini juga bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia dan di backup oleh
Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Ketua Pameran Ivan Hariyanto menuturkan, para
perupa pada pameran Jatim Art Now berasal dari 19 kota dan kabupaten Jawa
Timur. Dengan seleksi yang ketat Jatim Art now berusaha menampilkan karya-karya
terbaik seniman Jawa Timur. Ia juga mengatakan, digelarnya Jatim Art Now juga
untuk mengenalkan karya seniman Jawa Timur.
Menurutnya, perkembangan seni rupa Jawa Timur
saat ini sangat pesat. Di mana di setiap kota dan kabupaten terdapat
talenta-talenta seni. “Jatim Art Now adalah wadah bagi perupa-perupa Jawa
Timur,” ujarnya kamis (5/6). Ia menambahkan, Jawa Timur juga salah satu titik
terpenting seni rupa di Tanah Air. “Selama ini kan yang terdengar hanya Bali,
Yogya, Bandung, dan Jakarta,” ucapnya
Tutus Prayogo perupa asal Surabaya mengatakan,
pameran ini sangat menarik. Tapi menurutnya, terlalu banyak karya yang
ditampilkan sehingga membuat para pengunjung bingung. “Banyak nggak apa-apa
tapi jangan terlalu banyak,” ungkapnya, Kamis (5/6).
Seperti yang dikutip NRMnews- tampak
kebebasan berekspresi dari masing-masing perupa seni tertuang di dalam
karya-karya yang dipamerkan. Tiap-tiap seniman memiliki cirinya masing-masing.
Hal ini yang membuat daya tarik lebih dari Jatim Art Now #1 ini.
Seperti karya Ars Dewo Depe yang menampilkan
hasil karya seni dari bahan rambut dengan judul Seni Instalasi dengan Media
Rambut. Ia memandang rambut adalah salah satu bagian dari tubuh manusia
yang tidak dapat hancur selain Tulang.
Dan sebagai pembuat dan designer wig atau rambut
palsu, maka Ars Dewo terinspirasi untuk membuat karya seni dari rambut. Dengan
tetap melihat kenyataan yang ada, pameran ini merupakan penyadaran kembali akan
nilai-nilai seni yang kritis.
Karya Seni perlu dimaknai, ditafsir, dibincangkan
melalui rupa-rupa pendekatan, agar karya seni itu tidak hanya berhenti sebagai
artefak yang mati, diam dan tak tersentuh medan perdebatan makna. Perupa hendaknya
menyadari bahwa dunia seni rupa sekarang menghendaki lebih dari itu. Termasuk
kesadarannya dalam tata gaul global, antara lain juga termasuk dengan art
marketnya, demikian ujar Djuli Djatiprambudi. (Ahmad Syarif
Muarief)
sumber: http://lpminstitut.com/estetis/seni-rupa/359-jatim-art-now-wadah-inspirasi-perupa-jawa-timur

No comments:
Post a Comment